Eden Hazard: Dari Burgergate Menuju Gelar Juara Piala Dunia 2018

Beritaok – Eden Hazard jadi salah satu bintang yang menjaga mimpi Belgia menjuarai Piala Dunia 2018. Siapa sangka karier Hazard di timnas sempat terancam gara-gara burger.

Belgia sudah melaju hingga ke semifinal Piala Dunia 2018. Ini jadi pencapaian terbaik The Red Devils sejak 1986.

Hazard merupakan salah satu protagonis dalam perjalanan impresif Belgia di Rusia sejauh ini. Menjabat sebagai kapten, pemain berusia 27 tahun itu sudah mencetak dua gol dan dua assist dalam empat kali penampilannya di Piala Dunia.

Apa yang ditampilkan Hazard saat ini bisa jadi merupakan buah dari pelajaran yang dipetiknya di awal karier bersama timnas Belgia. Hazard dapat pelajaran berharga soal profesionalisme ketika ia meniti kariernya di timnas Belgia.

Baca Juga : Modric Tak Bisa Bayangkan Ronaldo di Klub Lain

Menuju Gelar Juara Piala Dunia 2018

Kala itu pada 2011, Hazard baru berusia 20 tahun. Kariernya di Lille baru menanjak dan ia juga baru tiga tahun menembus timnas senior Belgia. Kiprah Hazard bersama timnas sebagai talenta muda dinanti-nanti publik Belgia.

Namun tak semua berjalan mulus untuk Hazard. Juni 2011, Hazard melewati salah satu momen yang paling tidak menyenangkan dalam kariernya.

Hazard saat itu jadi bagian dari timnas Belgia yang menghadapi Turki di kualifikasi Piala Eropa 2012. Tampil sebagai starter, Hazard kemudian sudah ditarik keluar oleh pelatih Georges Leekens saat laga baru berjalan 60 menit.

Tak terima dengan keputusan Leekens, Hazard pun emosi. Ia menolak menjabat tangan pelatihnya itu saat meninggalkan lapangan dan ngeloyor menuju ruang ganti.

Tak berhenti di sana, Hazard juga langsung meninggalkan stadion meski pertandingan masih berlangsung. Ia kemudian justru tertangkap kamera media tengah menyantap burger di salah satu restoran cepat saji di Brussels bersama keluarganya.

Kontroversi tersebut dikenal dengan nama Burgergate di Belgia. Hazard kemudian meminta maaf meski skors dua pertandingan tetap dijatuhkan oleh Leekens.

Belgia kemudian gagal lolos ke Piala Eropa 2012 setelah juga tidak masuk ke putaran final Piala Dunia 2010. Itu jadi periode buruk untuk Belgia.

Tujuh tahun berlalu, Hazard kini menjadi bagian dari skuat yang disebut-sebut sebagai ‘Generasi Emas’ Belgia. Tak ada lagi Hazard yang bandel. Yang ada adalah Hazard sang pemimpin.

“Eden adalah kapten hebat, seorang pemimpin. Dia adalah pemain yang selalu jadi diri sendiri dan saya menyukai itu. Dia selalu meminta bola dan memainkan sepakbola terbaiknya saat ini,” puji pelatih Belgia Roberto Martinez usai kemenangan atas Brasil di perempatfinal.

Kini Hazard dan Belgia tinggal selangkah lagi menuju partai puncak Piala Dunia 2018. Belgia harus lebih dulu melewati adangan Prancis di babak semifinal, Rabu (11/7/2018) dini hari WIB, agar bisa semakin dekat dengan mimpi menjadi juara Piala Dunia.

“Ini belum berakhir. Kami memimpikan yang lebih lagi,” kata Hazard.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *